Latest Updates

Makan permen karet cegah gigi rusak

Makan permen karet cegah gigi rusak
Makan permen karet memang cenderung dilakukan anak-anak. Mungkin karena bisa dijadikan balon, sehingga anak-anak suka. Tetapi jangan salah, anak-anak yang memakan permen karet, justru memiliki gigi yang lebih tahan terhadap kerusakan.

Makan permen karet pernah dianggap sebagai kebiasaan yang tidak sopan dan tidak sehat. Tetapi hal seperti itu tampaknya tidak berlaku lagi. Sebuah laporan dari jurnal Journal of Dental Research menunjukkan bahwa mengunyah permen karet yang bebas gula, bukan hanya menyehatkan gigi, tetapi juga memberikan keuntungan yang akan lama setelah Anda tidak lagi mengkonsumsi permen karet.
Para peneliti dari Sekolah Kedokteran Gigi di Universitas Washington mengikuti perkembangan gigi anak-anak yang mengkonsumsi permen karet bebas gula selama lima tahun, lalu berhenti mengkonsumsinya.
Para peneliti itu menemukan bahwa gigi yang muncul selama periode memakan permen karet terlindung dari kerusakan setelah dua tahun berhenti mengkonsumsi permen karet. Para peneliti juga menemukan bahwa gigi yang sudah ada selama periode memakan permen karet tampaknya tidak memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang lama.

Bau Mulut dan cara mengatasi Bau Mulut

Bau Mulut dan cara mengatasi Bau Mulut

Malu banget kan kalo nafas kita bau alias bau mulut apa lagi kalo kita ngomong dengan orang lain lalu tiba-tiba orang tersebut menjauh wah.. siapa yang ga minder dengan keadaan seperti itu, nah apa sih bau mulut dan bagai mana mengatasinya? 
Bau mulut (halitosis) ternyata bisa disebabkan oleh banyak sebab, mulai dari kesehatan rongga mulut sampai adanya penyakit tertentu. Namun, hasil penelitian menunjukkan hampir 85 sampai 90% penyebab bau mulut yaitu karena disebabkan oleh adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi.

Pada orang yang menderita halitosis, kadar Volatile Sulfur Compound (VSCs) di dalam mulutnya mengalami peningkatan. VSCs sendiri merupakan zat yang terdapat di dalam rongga mulut. Zat ini mengandung hidrogen sulfid, metil mercaptan, dan dimetil disulfid, yang merupakan produk bakteri atau floral normal rongga mulut. Dengan meningkatnya kadar VSCs dalam mulut, bisa menyebabkan bau VSCs tercium oleh indera penciuman.

Penyebab lain yang bisa juga menyebabkan bau mulut yaitu hidung, jantung, atau karena penyakit tertentu. Misalnya kencing manis, infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau usus. Namun pada anak, bisa disebabkan karena ada benda asing yang masuk ke hidung dan tidak terdeteksi, sehingga terjadi pembusukan, lalu menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, bau mulut juga bisa terjadi karena pengaruh sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut. Apabila ini terjadi, maka akan mengundang aktivitas bakteri secara berlebihan.

Untuk itu, jika ingin terhindar dari bau mulut, maka perlu mengetahui terlebih dahulu apa penyebabnya. Untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh gigi, bisa juga menggunakan obat kumur yang berfungsi sebagai penyegar. Selain itu, bisa juga mencoba obat tradisional, yakni dengan minum daun sirih, selain pasta gigi dan permen. Perawatan rutin yang tak kalah pentingnya yaitu bersihkan gigi 2 (dua) kali sehari (pagi dan malam menjelang tidur), bersihkan sisa-sisa makanan menggunakan dental floss, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, lakukan kontrol gigi 6 (enam) bulan sekali ke dokter gigi.

Tips Tidur yang Baik dan Berkualitas

Tips Tidur yang Baik dan Berkualitas

bagaimana mengoptimalkan tidur anda agar berkualitas dan dapat bangun dengan segar keesokan harinya 
Agar Tidur Berkualitas
Cukup tidur di malam hari penting bagi kesehatan tubuh. Orang dewasa memerlukan minimal 6 sampai dengan 8 jam untuk tidur demi menyegarkan kembali pikiran dan tubuh. Berikut ini beberapa tips agar tidur Anda berkualitas:
1. Kurangi asupan kafein secara keseluruhan seperti yang terkandung dalam kopi, teh, atau cokelat. Makan malam lebih awal atau minimal dua jam sebelum tidur akan membantu mencegah pencernaan bekerja terlalu berat.
2. Hindari bekerja terlalu berat, karena dapat memacu hormon kortisol, yang akan mempersiapkan tubuh melakukan kegiatan. Bila dipicu dengan kegiatan yang memakan energi, hormon ini akan muncul lebih cepat dan Anda pun akan terbangun di tengah malam.
3. Satu jam sebelum tidur, lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti mendengarkan musik, meditasi, beryoga, mandi air hangat, atau meninabobokan buah hati. Hindari pembicaraan yang memeras otak dengan anak atau suami. Anda dapat membahasnya di pagi hari saat pikiran dan tubuh kembali segar.
4. Baringkan tubuh di tempat yang nyaman, dan sedikit demi sedikit kendurkan setiap bagian tubuh sambil membayangkan tempat yang menyenangkan.
5. Pastikan Anda cukup mengonsumsi magnesium dan kalsium, mineral yang dapat membantu menghilangkan stres dan mencegah depresi. Setiap hari, tubuh memerlukan paling tidak 320 mg magnesium dan 1000 mg kalsium. Makanan yang mengandung magnesium di antaranya kacang-kacangan, ikan tuna, bayam, oatmeal, pisang, jeruk atau stroberi. Sedangkan kalsium terkandung dalam beberapa sayuran hijau, produk susu, ikan sarden, kacang-kacangan dan tahu.
Jangan lupa berdoa agar Anda diberi perlindungan dan kekuatan untuk menghadapi hari esok.

Karies/Gigi berlubang

Karies/Gigi berlubang

Gigi adalah jaringan tubuh yang paling keras dibanding yang lainnya. Strukturnya berlapis-lapis mulai dari email yang amat keras, dentin (tulang gigi) di dalamnya, pulpa yang berisi pembuluh darah, pembuluh saraf, dan bagian lain yang memperkokoh gigi. Namun demikian, gigi merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan. Ini terjadi ketika gigi tidak memperoleh perawatan semestinya. 

Proses kerusakan gigi geligi diawali dengan adanya lubang gigi atau disebut juga karies. Karies adalah kerusakan yang terbatas pada jaringan gigi mulai dari email gigi hingga menjalar ke dentin (tulang gigi). Struktur email sangat menentukan proses terjadinya karies. Sekedar untuk diketahui, permukaan email luar lebih tahan terhadap karies dibanding lapisan di bawahnya, karena lebih padat dan lebih keras. Untuk menjaga kekerasannya ini, email sangat membutuhkan ion kimia yang disebut fluor. 

Penjalaran karies mula-mula terjadi pada email. Bila tidak segera dibersihkan dan tidak segera ditambal, karies akan menjalar ke bawah hingga sampai ke ruang pulpa yang berisi pembuluh saraf dan pembuluh darah, sehingga menimbulkan rasa sakit dan akhirnya gigi tersebut bisa mati. 

Faktor Penyebab 
Banyak sekali faktor yang menyebabkan karies. Faktor yang utama, antara lain: 
1. Gigi dan air ludah, Bentuk gigi yang tidak beraturan dan air ludah yang banyak lagi kental, mempermudah terjadinya karies. 
2. Adanya bakteri penyebab karies, Bakteri yang menyebabkan karies adalah dari jenis Streptococcus dan Lactobacillus. 
3. Makanan yang kita dikonsumsi, Makanan yang mudah lengket dan menempel di gigi seperti permen dan coklat, memudahkan terjadinya karies. 

Sementara itu faktor lain yang turut andil adalah tingkat kebersihan mulut, frekuensi makan, usia dan jenis kelamin, penyakit yang sedang diderita seperti kencing manis dan TB, serta sikap/ perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan gigi. 

Mencegah Lebih Baik daripada Merawat 

Gigi yang mudah sekali terserang karies adalah gigi sulung (gigi anak). Ini disebabkan karena struktur giginya lebih tipis dan lebih kecil dibandingkan dengan gigi dewasa (gigi tetap). Perawatan gigi anak yang rusak termasuk sulit. Di samping itu juga memerlukan waktu dan dana yang tidak sedikit. 

Sering dijumpai, anak-anak di sekitar kita yang giginya “dimakan ulat”. Apakah ini dibiarkan begitu saja? Bukankah gigi yang tanggal nanti akan diganti gigi yang baru? Tidak demikian. Justru perawatan gigi dan mulut pada masa balita dan anak ikut menentukan kesehatan gigi dan mulut mereka pada tingkatan usia selanjutnya. Mereka harus dibiasakan merawat gigi sejak dini. 

Fluor yang sangat dibutuhkan lapisan email tadi, telah lama diyakini dan digunakan secara luas untuk pencegahan karies gigi. Fluor efektif bila diberikan pada saat pertumbuhan dan perkembangan gigi, mulai dari awal kehamilan hingga pasca melahirkan. 

Di Indonesia, pemberian fluor melalui air minum masih sulit terwujud. Air minum baik yang berasal dari air tanah, air PDAM, dan air kemasan hanya mempunyai kadar fluor di bawah 0,3 ppm. Padahal dari hasil penelitian, kadar fluor dalam air minum yang dapat mengurangi terjadinya karies sekitar 1 ppm. 

Selain melalui air minum, masih ada cara lain dalam memberikan fluor seperti melalui pemberian fluor dalam bentuk tablet, bisa melalui garam, susu, ataupun vitamin. Bisa juga melalui pasta gigi yang mengandung fluor. 

Kita juga masih mempunyai sumber dari alam. Secara umum, fluor terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan, minuman, ikan, dan daging. Namun kadar yang tertinggi ditemukan pada ikan teri, sawi, dan teh. 

Tips 
Di bawah ini beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk segala umur: 
• Kurangi konsumsi makanan manis dan mudah melekat pada gigi seperti permen dan coklat. Pada anak mungkin melarangnya sama sekali dapat menimbulkan dampak psikis, maka perlu dipikirkan alternatif penyelesaiannya. 
• Menggosok gigi secara teratur dan benar. Sebaiknya dilakukan pada pagi, sore dan menjelang tidur. Lebih baik lagi bila dilakukan tiap usai makan. Dalam hal ini pilihlah sikat gigi yang berbulu halus dan pasta gigi yang mengandung fluor. Biasakan pula berkumur-kumur setelah makan makanan manis. 
• Siapkan makanan yang kaya akan kalsium (seperti ikan dan susu), fluor (sayur, daging dan teh), vitamin A (wortel), vitamin C (jeruk), vitamin D (susu), vitamin E (kecambah). 
• Menjaga higiene gigi dan mulut. Bila ada karang gigi sebaiknya dibawa ke dokter untuk dibersihkan. Sebaiknya pula memeriksakan gigi tiap enam bulan sekali


Karang Gigi dan Cara Mengatasinya

Karang Gigi dan Cara Mengatasinya

Karang gigi (Calculus) merupakan kumpulan plak termineralisasi ( pembentukan mineral seperti "batukarang" ) yang menempel pada permukaan gigi. 

Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) dan di subgingiva (permukaan gigi di bawah gusi). 
Karang gigi terutama timbul pada daerah-daerah gigi yang sulit dibersihkan. 
Karang gigi ini menjadi tempat melekatnya kuman-kuman di dalam mulut. 
Akibatnya dapat menyebabkan berbagai penyakit gusi, seperti radang gusi (gingivitis) yang ditandai dengan gusi tampak lebih merah, agak membengkak, dan sering berdarah saat menggosok gigi.Hal ini dapat berlanjut menjadi radang jaringan penyangga gigi lainnya (periodontitis) bila tidak segera dirawat. Bila sudah tahap ini dapat menimbulkan gigi goyang karena jaringan penyangga gigi sudah rusak. Juga yang tidak kalah sering terjadi, karang gigi dapat menyebabkan bau mulut tidak enak. Hal ini yang dirasa paling mengganggu.

Cara mengurangi timbulnya karang gigi adalah.... 

Terbentuknya karang gigi dapat pada semua orang, dan proses terbentuknya tidak dapat kita hindari namun dapat kita kurangi. Cara untuk mengurangi terbentuknya karang gigi adalah : 

Pertama adalah dengan rajin menjaga kebersihan gigi, yaitu dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari secara benar dimana semua bagian-bagian gigi tersikat bersih. Juga jangan lupa untuk menggosok gusi dengan lembut perlahan-lahan. Untuk gusi rahang atas, gerakan sikat gigi dari atas ke bawah, dan untuk gusi rahang bawah gerakan sikat gigi dari bawah ke atas. Hal ini dapat menghalangi terbentuknya karang gigi.
Kedua adalah rajin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk membersihkan karang gigi. Karena hanya dengan alat-alat kedokteran gigi saja karang gigi dapat dibersihkan. 
Karang gigi tidak dapat hilang bila hanya dengan menggosok gigi atau berkumur dengan obat kumur. Dokter gigi memiliki alat khusus untuk membersihkan karang gigi anda.
(diambil dari webnya drg_likatrimulya)

Kesehatan Gigi - (Berkaca Pada Kasus Leysus)

Kesehatan Gigi - (Berkaca Pada Kasus Leysus)
PELAWAK kondang Leysus yang memiliki nama asli
Winarso, meninggal dunia awal Januari lalu di usia
relatif muda, 43 tahun. Kematiannya bukan saja
meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan dunia
lawak Indonesia, tetapi juga menyisakan tanda tanya
mengenai penyebab kematiannya.


Mula-mula ia dikabarkan sakit gigi biasa. Ditambalkan
malah bengkak. Dibawa lagi ke dokter gigi, disarankan
minum obat. Rasa sakit agak reda sebentar,
tetapi bengkaknya semakin besar. Karena sudah
kumat-kumatan, keluarga tidak terlalu cemas dengan
sakit gigi Leysus. Sampai kemudian muncul gejala
aneh: tiba-tiba Leysus merasakan lunglai pada sebelah
kaki dan tangannya. Bicaranya cedal. Ia terkena gejala
stroke.

Kepada beberapa media infotainment dan media cetak,
keluarga Leysus menuturkan bahwa semua itu berawal
dari sakit gigi. Hal tersebut diperkuat oleh
pernyataan seorang dokter yang merawat Leysus, bahwa
pelawak asal
Malang ini mengidap kanker otak yang sudah menyebar
(metastase), dipicu oleh giginya yang terinfeksi.

Tentu saja kasus kematian Leysus yang berawal dari
tambalan gigi, menimbulkan kekhawatiran pada sebagian
masyarakat. Benarkah infeksi gigi bisa menyebar ke
organ-organ vital tubuh? Benarkah stroke dapat
bersumber dari gigi yang bermasalah? Bagaimana duduk
perkaranya?

Teori Focal Infeksi

Jawaban atas pertanyaan di atas, bisa dirunut dari
teori focal infeksi yang banyak mendapat perhatian
selama abad 19 dan awal abad 20. Teori ini menyebutkan
bahwa infeksi di rongga mulut bertanggungjawab atas
inisiasi dan progresi berbagai penyakit inflamasi
seperti radang sendi, tukak lambung, dan radang usus
buntu.

Kemajuan dalam klasifikasi dan identifikasi kuman
bakteri rongga mulut dan bidang imunologi, semakin
meyakinkan adanya peran penting infeksi gigi
terhadap berbagai penyakit sistemik seperti penyakit
jantung dan pembuluh darah, penyakit paru, penyakit
gula, stroke, kanker, dsb. Juga menjadi semakin jelas
bahwa gigi dan rongga mulut dapat menjadi tempat asal
bagi desiminasi mikroorganisme penyebab penyakit ke
bagian tubuh lain.

Sejumlah studi epidemiologis mengusulkan bahwa infeksi
rongga mulut, khususnya radang gusi (gingivitis) dan
jaringan pendukung gigi(periodontitis) merupakan suatu
faktor risiko bagi penyakit sistemik.

Jumlah bakteri di rongga mulut mencapai ratusan juta.
Xiajing Li dkk (2000) mencatat lebih dari 1011 bakteri
dalam setiap miligram plak gigi. Plak adalah semacam
lendir yang senantiasa menempel pada permukaan gigi.

Memang tidak semua bakteri rongga mulut membahayakan.
Sebagian besar justru dibutuhkan sebagai flora normal
mulut. Bakteri yang potensial menimbulkan penyakit
gigi, dan banyak pula dijumpai pada penyakit sistemik
yaitu golongan bakteri anaerob gram negatif. Antara
lain, P. Gingivalis, B. Intermedius, dan A.
Actinomycetemcommitans. Bakteri-bakteri ini dominan
pada radang gusi dan radang sekitar ujung akar gigi
sampai terjadi bengkak bernanah abses) seperti dialami
almarhum Leysus.

Penyebaran Lewat Darah

Bakteri rongga mulut dapat menyebar melalui aliran
darah, disebut bakteriemia. Yang menyebar bisa bakteri
itu sendiri maupun racun yang dihasilkannya
(endotoxin/exotoxin).

Beberapa penelitian mengenai bakteriemia ini layak
disimak. Bakteriemia diamati pada 100% pasien setelah
cabut gigi, 70% setelah pembersihan karang gigi, pada
55% setelah pembedahan gigi geraham bungsu, 20%
setelah perawatan akar gigi, dan 55% setelah operasi
amandel.

Penelitian melibatkan 735 anak-anak yang menjalani
perawatan gigi busuk, menemukan 9% anak-anak mengalami
bakteriemia. Penelitian lain menunjukkan penyebaran
bakteri setelah perawatan akar gigi. Dan, kurang dari
1 menit setelah prosedur rongga mulut, kuman dari gigi
yang terinfeksi telah mencapai jantung, paru, dan
sistem kapiler darah tepi.

Pada kondisi kesehatan mulut normal, hanya sejumlah
kecil bakteri fakultatif dan tidak membahayakan masuk
ke dalam aliran darah. Namun, pada kondisi kebersihan
mulut jelek, jumlah bakteri pada permukaan gigi
meningkat 2-10 kali lipat. Sehingga peluang terjadinya
bakteriemia juga lebih besar. Kecuali lewat
bakteriemia, adanya rangkaian reaksi imunologis yang
dipicu oleh infeksi di rongga mulut, merupakan
penjelasan lain mengapa problem gigi dapat merambat ke
penyakit-penyakit serius sampai berujung kematian
seperti almarhum Leysus.

Gigi dan gusi sebetulnya tidak melekat erat, melainkan
ada celah sekitar 2 mm disebut kantung gusi (sulcus
gingiva). Daerah inilah yang paling rentan terjadi
infeksi bakteri dan peradangan, sehingga timbul
penyakit periodontal. Tanda-tandanya: gusi memerah,
bengkak, mudah berdarah, mungkin disertai kegoyahan
gigi.

Grossi dan Genco (1998) mengemukakan 17 macam penyakit
sistemik yang berhubungan langsung dengan penyakit
periodontal, termasuk penyakit gula, jantung, kanker
dan stroke. Beberapa penelitian retrospektif
membuktikan, pasien penyakit jantung, stroke, DM,
umumnya kebersihan mulutnya lebih jelek dibading
pasien normal. Dari uraian di atas dapat disimpulkan,
bahwa gigi dan mulut bisa menjadi pemicu dan
memperparah berbagai penyakit sistemik.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting bukan
saja untuk mencegah penyakit oral, melainkan juga
untuk memelihara kesehatan umum yang baik. Kematian
pelawak kondang Leysus, hendaknya menjadi cermin bagi
kita semua supaya lebih care dalam 'menjaga mulut' dan
seisinya.

*) Drg. Ahmad Syaify, SpPerio, Dosen FKG UGM dan
mahasiswa S3 Pascasarjana UGM.

Mesothelioma Fact

 Mesothelioma Fact

 Mesothelioma Fact

Mesothelioma Fact , Mesothelioma is a rare form of cancer that occurs in the thin tissue that lines most of the internal organs. Asbestos is the cause of about 90 percent of all mesothelioma cases. Asbestos is a mineral found in the neighborhood. Asbestos fibers are strong and resistant to heat makes it very useful to be applied to a variety of needs. People who work in environments polluted many asbestos fibers have a greater risk of exposure mesothelioma. 

When asbestos split, asbestos dust is formed. If dust is inhaled or swallowed asbestos fibers will then settle in the lungs or in the stomach and can cause irritation that causes mesothelioma. 

Some people who over many years exposed to asbestos pollution can not have mesothelioma, while others the opposite. This indicates that other factors may be related, namely the hereditary factors do you have a family history of cancer in some people is a condition that increases the risk. 

Risk factors that may increase the risk of mesothelioma such as: 

* Exposure to asbestos fiber dust pollution 
* Living with someone who works in an environment with asbestos (the asbestos fibers are attached to their clothing or skin) 
* Smoking 
* SV40 virus is found in many primates 
* X-ray radiation 
* Family history with mesothelioma 

Many people who experienced mesothelioma exposed to asbestos fibers while working at places such as: 
* Mine 
* Factory worker 
* Manufacturing of electronic components 
* Construction of rail 
* Shipbuilding 
* Construction workers 
* Mechanics 

Prevention : 

* Beware if you work in an environment with asbestos 
* Follow standard safety regulations 
* Do not use objects that contain asbestos in your neighborhood

penyebab kegagalan anestesi lokal ( bius ) pada pasien.


penyebab kegagalan anestesi lokal ( bius ) pada pasien.

penyebab kegagalan anestesi lokal ( bius ) pada pasien.


Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami kegagalan anestesi pada saat pencabutan atau perawatan gigi. Kegagalan anestesi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, hal ini tentu saja sangat merugikan kita. Tidak ada salahnya jika kita mengetahui beberapa faktor penyebab kegagalan anestesi.

1: Variasi Anatomi

Bius lokal selalu efektif jika disuntikkan di daerah anatomi yang tepat dan diberikan waktu yang cukup untuk bekerja. Bius bekerja dengan menghambat pasokan saraf ke daerah tertentu di bawah pengaruh obat. Namun pada beberapa orang ditemukan keadaan saraf yang tidak biasa, jadi cara umum yang digunakan oleh dokter gigi tidak akan bekerja dengan maksimal. diperlukan anestesi yang lebih untuk menanggulangi masalah ini dan disuntikkan ditempat yang berbeda untuk blok yang lebih maksimal terhadap gigi tersebut.
Anatomi yang tidak biasa ini bisa menjadi masalah dengan rahang bawah, karena disini dokter gigi menggunakan blok saraf sebagai lawan infiltrasi di rahang atas. hal ini karena saraf berjalan berbeda dirahang atas dan rahang bawah. Saraf gigi pada rahang bawah terdapat pada tulang padat sedangkan saraf pada rahang atas terdapat dipermukaan sebelum masuk ke gigi. Rahang atas lebih poreous yang berarti bahwa ketika anestesi disuntikkan di sebelah gigi, dapat terhubung dengan akar, membuat gigi akan mati rasa. Rahang bawah lebih padat dan suntikan di samping gigi biasanya tidak cukup untuk membuat gigi tersebut mati rasa.
Alasan beberapa orang tidak bisa dibius dengan baik pada rahang bawah adalah karena pembukaan kanal tersebut tidak berada di tempat biasa, jadi memerlukan metode yang berbeda dari biasa untuk mengatasi hal tersebut.

2. Kesalahan operator ( dokter gigi ) dalam pemberian anestesi.
Beberapa dokter gigi kadang mengalami kesalahan dalam menyintikkan bius. namun hal ini jarang menjadi masalah karena akan dilakukan tes terhadap daerah yang dibius, apa bila bius tidak bekerja dapat dilakukan injeksi ditempat yang berbeda. Sebagai pasien sebaiknya pada saat dokter gigi anda menanyakan apakah masih sakit jawab dengan jujur jangan ditahan atau menyepelekan rasa sakit pada saat di tes, karena akan sangat menggangu anda pada saat pencabutan atau perawatan gigi.


3. Pasien resisten terhadap obat yang diberikan.
Beberapa pasien yang resisten terhadap pengaruh obat bius lokal tertentu (misalnya lignocaine / lidokain), jawabannya adalah sederhana - menggunakan solusi LA berbeda.

4. Anxiety (bius lokal tidak bertahan lama atau terlalu cepat habis).
Ketika seseorang sangat stres atau cemas, anestesi lokal mungkin tidak bekerja seperti ketika Anda bersantai. Hormon-hormon yang berhubungan dengan kecemasan (seperti epinephrine alias adrenalin) dapat mencegah bius lokal bekerja dengan baik pada beberapa orang. Pengaruh anestesi lokal mungkin tertunda, atau mungkin terlalu cepat hilang.
Oleh karena itu lebih baik anada tidak cemas atau stres pada saat datang ke dokter gigi. Ingat dokter gigi bertujuan membantu anda bukan untuk membunuh anda ^^.

5. Adanya infeksi atau abcess.

Infeksi dapat mencegal bius lokal bekerja secara efektif jadi lebih baik pengobatan fokus kepada infeksi tersebut. Mungkin anda sering bertanya kenapa kalau gigi sakit ga boleh dicabut?? salah satu jawabannya adalah ini, bius tidak akan bekerja maksimal pada saat terjadi masalah pada gusi atau jaringan lunak.



Oral Seks VS Kanker Mulut


Oral Seks Penyebab Kanker

Tahukah anda bahwa aktivitas oral seks bisa menyebabkan timbulnya kanker mulut? Sebuah penelitian dari The John Hopkins University School of Medicine scientists menyebutkan bahwa aktivitas oral seks merupakan salah satu cara berpindahnya human papillomavirus (HPV) yaitu virus penyebab terjadinya kanker servik dari servik ke mulut yang bisa menyebabnya munculnya kanker mulut.

Sebuah studi juga mengemukakan jumlah penderita kanker mulut setiap tahun nya semakin bertambah selama sepuluh tahun terakhir ini, bahkan melebihi penderita kanker testis dan kanker servik itu sendiri. Rata-rata penderita tersebut adalah mereka yang berusia dibawah 45 tahun dimana aktifitas seksual mereka sedang tinggi.

Pencegahan

Meski oral seks merupakan salah satu penyebab kanker mulut namun anda tak perlu terlalu khawatir, karena resiko terjangkitnya kanker mulut melalui seks oral masih terbilang rendah yaitu 1:10.000 orang. Sebaliknya rokok masih manjadi faktor utama menyebab kanker mulut disamping alkohol. Keduanya beresiko lebih tinggi 30 kali menyebabkan kanker mulut dibanding oral seks. Namun ada baiknya anda tetap waspada, tetap setia dan tidak bergant-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual merupakan cara terbaik menghindari diri anda dari kanker mulut. Cara lainnya adalah dengan terlebih dahulu memerikasaan diri anda dan pasangan ke klinik gigi dan gusi untuk melakukan tes STD atau pengecekan kesehatan mulut untuk memastikan bahwa anda atau pasangan tidak membawa virus HPV. Hal ini terutama dilakukan bagi pasangan yang hendak menikah.

Vaksinasi

Vaksinasi juga merupakan alternatif pencegahan terjangkitnya virus HPV, namun vaksinasi HPV hanya dilakukan untuk wanita terutama wanita muda, sementara bagi pria hanya bisa melakukan vaksinasi pencegahan kanker servik melalui suntikan yang dilakukan selama 6 bulan dengan biaya yang terbilang mahal.

Riwayat Seksual Pasangan

Tidak yakin dengan riwayat seksual pasangan kadang membuat anda tetap merasa tidak aman melakukan oral seks meski hasil tes menyatakan bahwa anda berdua tidak membawa virus HPV. Untuk itu tidak ada salahnya jika anda memakai pelindung atau kondom saat melakukan oral seks. Meski cara tersebut bukan cara menyenangkan bagi kehidupan seksual anda dan pasangan, namun play safe lebih baik dibanding pengobatan bukan?

Penanganan

Deteksi lebih dini terhadap kanker mulut dapat memperbesar tingkat keberhasilan pengobatan. Waspada jika terjadi luka disekitar membran mulut yang tak kunjung sembuh setelah tiga minggu, atau munculnya benjolan-benjolan kecil disekitar mulut berwarna merah dan putih. Segera hubungi dokter anda secepatnya jika anda mengalami indikasi terjangkitnya kanker pada mulut anda.


Sumber : http://www.dechacare.com

Coklat dapat melindungi terhadap kerusakan gigi

Para peneliti telah menemukan bahwa coklat dapat mencegah kerusakan terhadap gigi. Hal ini begitu berhasil dalam memerangi pembusukan bahwa para ilmuwan percaya beberapa komponen yang mungkin satu hari ditambahkan untuk obat kumur atau pasta gigi.
Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Osaka University di Jepang menemukan bahwa bagian-bagian biji kakao, bahan utama cokelat, menggagalkan bakteri mulut dan kerusakan gigi.
Mereka menemukan bahwa biji kakao kulit - bagian luar dari kacang yang biasanya pergi ke limbah dalam produksi coklat - memiliki efek anti bakteri pada mulut dan dapat melawan secara efektif melawan plak dan agen merusak lainnya.
Pembusukan gigi terjadi ketika bakteri dalam mulut berubah menjadi asam, yang merusak di permukaan gigi dan menyebabkan karies.
Para ilmuwan Jepang menemukan coklat yang tidak terlalu berbahaya daripada banyak makanan manis yang lainnya, karena agen antibakteri pada biji kakao offset gula tingkat tinggi.
Setelah tiga bulan, penelitian ini menemukan bahwa angka dengan diet gula tinggi memiliki 14 lubang rata-rata dibandingkan dengan hanya enam rongga bagi mereka yang menerima kulit biji kakao dalam makanan mereka.
Para peneliti kini merencanakan untuk menguji temuan mereka pada manusia.
Berbicara kepada majalah New Scientist, Takashi Ooshima, dari Osaka University, mengatakan temuan mereka bisa mengarah pada pengobatan baru untuk kerusakan gigi.
"Dimungkinkan untuk menggunakan obat kumur CBH ekstrak, atau suplemen untuk sebuah pasta gigi."
Bahkan bisa dimasukkan kembali ke cokelat untuk membuat lebih baik untuk gigi, katanya
"Mereka tentu memiliki efek tapi kebersihan mulut yang baik, daripada banyak makan cokelat, adalah cara untuk gigi sehat yang baik."
Juru bicara British Dental Association mengatakan: "Jika memang benar bahwa cokelat tidak membantu mengurangi kerusakan gigi dan rongga yang hanya dapat menjadi hal yang baik, tetapi Anda harus ingat bahwa cokelat mengandung gula.
"Saran kami tetap sama: jika orang ingin makan permen manis dan minuman mereka harus membatasinya, dan mengunjungi dokter gigi secara teratur."

Sumber : BBC News